Desa Wisata Penglipuran Bali menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan sekaligus mengenal budaya tradisional. Berlokasi di Kabupaten Bangli, desa ini terkenal dengan lingkungan yang bersih, deretan rumah berciri khas Bali, dan kawasan hutan bambu yang menenangkan.
Berbeda dari destinasi wisata yang menawarkan wahana modern, Penglipuran mengajak pengunjung menikmati perjalanan dengan berjalan kaki. Wisatawan bisa mengamati arsitektur tradisional, mengenal kehidupan masyarakat setempat, hingga mencicipi kuliner khas yang dijual warga.
Keunikan tersebut membuat Desa Penglipuran cocok untuk liburan keluarga, wisata budaya, maupun perjalanan singkat bagi pengunjung yang ingin mencari suasana berbeda dari keramaian kota.
Daya Tarik Desa Wisata Penglipuran
1. Deretan Rumah Tradisional Bali
Salah satu pemandangan yang langsung menarik perhatian pengunjung adalah deretan rumah tradisional di sepanjang jalan utama desa. Pintu masuk rumah atau angkul-angkul memiliki bentuk yang khas dan mengikuti tata ruang tradisional Bali.
Penataan tersebut menciptakan pemandangan yang rapi sekaligus memperlihatkan identitas budaya masyarakat setempat. Pengunjung dapat menyusuri jalan utama sambil mengamati bentuk bangunan dan ornamen tradisional yang masih dipertahankan.
Namun, wisatawan tetap perlu menghormati privasi warga. Sebelum memasuki pekarangan rumah atau mengambil foto penghuni, mintalah izin terlebih dahulu.
2. Lingkungan Desa yang Bersih dan Tertata
Penglipuran dikenal karena kebersihan lingkungan dan suasana desanya yang terjaga. Jalan utama yang tertata rapi membuat pengunjung nyaman berjalan kaki sambil menikmati pemandangan.
Desa ini juga menerapkan aturan adat dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mempertahankan kebiasaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Bagi wisatawan, kunjungan ke Penglipuran bukan sekadar kesempatan mengambil foto. Pengunjung juga dapat melihat bagaimana masyarakat mempertahankan tradisi sekaligus mengelola kawasan tempat tinggal mereka sebagai destinasi wisata.
3. Hutan Bambu yang Menenangkan
Selain kawasan permukiman, Penglipuran memiliki hutan bambu yang menjadi daya tarik tersendiri. Pepohonan bambu tumbuh rapat dan membentuk suasana teduh, sehingga cocok untuk berjalan santai sambil menikmati udara segar.
Kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda dari jalan utama desa. Wisatawan dapat menikmati pemandangan hijau, mengamati lingkungan sekitar, atau mengambil foto dengan latar pepohonan bambu.
Saat berkunjung, tetap ikuti jalur yang tersedia dan jangan merusak tanaman. Menjaga kelestarian kawasan hijau membantu mempertahankan daya tarik Penglipuran untuk kunjungan berikutnya.
Aktivitas Seru Saat Berkunjung ke Penglipuran
Desa Wisata Penglipuran menawarkan beberapa kegiatan yang bisa dinikmati tanpa harus menyusun agenda terlalu padat.
Pertama, wisatawan dapat berjalan kaki menyusuri jalan utama untuk melihat arsitektur rumah tradisional. Aktivitas ini memberikan kesempatan mengenal tata ruang desa sekaligus menikmati suasana yang berbeda dari kawasan perkotaan.
Kedua, pengunjung bisa mengikuti tur bersama pemandu lokal. Pemandu dapat menjelaskan sejarah desa, aturan adat, dan makna berbagai bangunan tradisional. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga memahami nilai budaya di baliknya.
Ketiga, wisatawan dapat mencoba makanan dan minuman lokal yang tersedia di sekitar kawasan wisata. Loloh cem-cem, minuman tradisional berbahan daun cem-cem, menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dicoba. Pengunjung juga bisa mencari jajanan tradisional atau membeli kerajinan sebagai oleh-oleh.
Terakhir, jangan lewatkan kesempatan mengunjungi hutan bambu. Kawasan ini cocok untuk wisatawan yang ingin beristirahat sejenak dari aktivitas berjalan di tengah desa.
Lokasi dan Cara Menuju Desa Penglipuran
Desa Wisata Penglipuran terletak di Desa Kubu, Kabupaten Bangli, Bali. Wisatawan yang berangkat dari Denpasar dapat menggunakan kendaraan pribadi, menyewa mobil beserta sopir, atau memilih layanan transportasi lainnya.
Perjalanan dari kawasan Denpasar umumnya memerlukan sekitar 1,5–2 jam, bergantung pada titik keberangkatan, kondisi jalan, dan kepadatan lalu lintas.
Jika berangkat dari kawasan wisata lain di Bali, periksa rute dan waktu tempuh sebelum menentukan jadwal kunjungan. Wisatawan juga dapat memilih paket perjalanan yang menggabungkan Penglipuran dengan destinasi lain di Kabupaten Bangli.
Setibanya di lokasi, pengunjung dapat memarkir kendaraan di area yang tersedia dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Cara ini membantu menjaga suasana kawasan desa tetap nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Harga Tiket dan Paket Kunjungan Penglipuran
Mulai Januari 2026, pengelola Desa Wisata Penglipuran menerapkan sistem paket kunjungan untuk mendukung kualitas pelayanan sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.
Informasi tarif paket dasar yang dipublikasikan pada 2026 mencakup:
- Wisatawan domestik dewasa: Rp25.000 per orang.
- Wisatawan domestik anak-anak: Rp15.000 per orang.
- Wisatawan mancanegara dewasa: Rp50.000 per orang.
- Wisatawan mancanegara anak-anak: Rp30.000 per orang.
Pengunjung juga dapat memilih paket dengan pendampingan pemandu lokal untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam. Biaya tambahan untuk layanan tersebut perlu dikonfirmasi kepada pengelola.
Sebelum berangkat, periksa kembali tarif dan ketentuan paket melalui kanal resmi pengelola. Dengan begitu, wisatawan dapat menyiapkan anggaran sesuai kebutuhan tanpa mengandalkan informasi harga yang mungkin sudah berubah.
Tips Berkunjung agar Liburan Lebih Nyaman
Agar pengalaman menjelajahi Penglipuran terasa lebih menyenangkan, wisatawan sebaiknya datang pada pagi hari. Suasana cenderung lebih nyaman untuk berjalan kaki dan mengambil foto sebelum kawasan semakin ramai.
Gunakan pakaian yang nyaman dan sopan karena Penglipuran merupakan desa adat yang masih menjadi tempat tinggal masyarakat. Sepatu atau sandal yang nyaman juga membantu pengunjung menjelajahi jalan desa tanpa cepat lelah.
Selain itu, bawalah uang tunai secukupnya untuk membeli makanan, minuman, atau suvenir. Jangan lupa membawa botol minum pribadi dan membuang sampah pada tempatnya.
Jika ingin memotret rumah atau warga, mintalah izin terlebih dahulu. Pengunjung juga perlu menghormati kegiatan adat yang mungkin berlangsung selama kunjungan dan mengikuti arahan petugas ketika memasuki area tertentu.
Desa Wisata Penglipuran Bali menawarkan pengalaman liburan yang memadukan keindahan lingkungan, arsitektur tradisional, dan kehidupan masyarakat adat. Melalui perjalanan sederhana dengan berjalan kaki, wisatawan dapat mengenal sisi Bali yang lebih dekat dengan budaya dan tradisi. Destinasi ini layak masuk daftar perjalanan bagi siapa pun yang ingin menikmati wisata budaya dengan suasana asri dan pengalaman yang berbeda.
Baca juga: Wisata Pulau Dodola Maluku Utara, Pesona Pasir Timbul yang Memukau
